Stadion-Stadion Penyelenggara Piala Dunia Brasil 2014

BACA SELENGKAPNYA ...

Stadion Arena Amazonia – Manaus

Tahun pembuatan: 2010
Biaya: R$ 532,2 (Rp2,5 triliun)

Kapasitas: 46.000Arena Amazonia adalah peremajaan dari Estadio Vivaldo Lima yang kali pertama dibuka pada 5 April 1970. Awal dibangun stadion ini hanya memiliki 31.000 kursi namun bisa menampung 43.000 penonton. Stadion yang dimiliki pemerintah negara bagian Amazon ini berada di kawasan Flores, Manaus.

Arena Amazonia difasilitasi oleh restoran dan lahan parkir bawah tanah. Setiap pengunjung akan dilayani oleh bus dan monorel. Pada saat Piala Dunia 2014 digelar, konser dan acara-acara kebudayaan akan dipusatkan di sini.

Empat pertandingan akan dilaksanakan di stadion Arena Amazonia, antara lain satu pertandingan Grup A, Grup D, Grup E, dan Grup G.

Stadion Arena Pantanal – Cuiaba

Tahun pembuatan: 1976

Dibangun kembali:2012

Biaya: R$ 518,9 juta (Rp8,1 triliun)

Kapasitas: 42.968

Arena Pantanal dikenal dengan julukan “O Verdao” (The Big Green). Hal ini merujuk pada pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah negara bagian Mato Grosso dalam membangun stadion ini yaitu menggunakan konsep ramah lingkungan.

Klub lokal yang regular menggunakan stadion ini adalah Berga, Cuiaba, Dom Bosco, Mixto dan Operario. Arena Pantanal akan menggelar empat laga Piala Dunia 2014, yaitu satu laga Grup B, Grup C, Grup F, dan Grup H.

Stadion Estadio Nacional – Brasilia

Tahun pembuatan : 1974

Dibangun kembali : 2012

Biaya : R$ 812,2 (Rp3,9 triliun)

Kapasitas : 70.064

Pada awal dibangun, stadion ini bernama Estadio Mane Garrincha. Hal ini dilakukan untuk menghormati salah satu pesepakbola legendaris Brasil, Manuel Garrincha Francisco dos Santos. Dia adalah bintang klub Botafogo.

Stadion ini akan menggelar tujuh pertandingan Piala Dunia 2014. Di antaranya satu pertandingan dari Grup A, Grup C, Grup E, Grup G, babak 16 besar, perempat final, dan perebutan juara ketiga. Namun sebelum digunakan untuk Piala Dunia, stadion ini rencananya akan dipakai untuk perhelatan Piala Konfederasi 2013.

Stadion Estadio Beira-Rio – Porto Alegre

Tahun Pembuatan: 1959

Kapasitas: 48,849

Estadio Beira-Rio merupakan markas dari klub Internacional dan dibangun pada 1959. Stadion ini merupakan yang terbesar di daerah Brasil Selatan. Stadion ini memiliki nama resmi Estadio Jose Pinheiro Borda untuk mengenang insiyur Borda yang mengawasi pembangunan stadion. Ia meninggal dunia sebelum stadion tersebut selesai.

Di stadion ini terdapat bar, pusat perbelanjaan, gereja dan juga tempat parkir yang bisa memuat 3000 mobil. Di sebelah stadion juga terdapat lapangan tenis, pusat kebugaran dan kolam renang.

Estadio Beira-Rio akan menjadi venue untuk grup E, B, H, F dan babak 16 besar antara jawara grup G melawan runner-up grup H.

Stadion Arena da Baixada – Curitiba

Tahun pembuatan: 1914

Dibangun kembali: 1999

Biaya: R$ 183 juta (Rp864,2 miliar)

Kapasitas: 41.456

Markas dari klub Atletico Paranaense ini merupakan salah satu stadion tertua di Brasil. Sejak berdiri, beberapa nama pernah disematkan untuk menandai stadion yang mulanya berkapasitas 32.864 ini.

Pada era 70-an, stadion ini sempat ditutup sebelum dibuka kembali pada 1984. Pada 26 Maret 1997, Estadio Americo dirobohkan untuk dibangun kembali pada Juni 1999. Usai kembali berdiri dengan bangunan yang lebih modern, stadion ini berganti nama menjadi Kyocera Arena pada 2005.

Pemakaian nama Arena da Baixada baru digunakan pada 2008. Untuk menyambut Piala Dunia 2014, renovasi minor dilakukan di antaranya dengan penambahan barisan kursi yang sejajar dengan lapangan.

Stadion yang disebut sebagai salah satu paling modern di Brasil ini akan menggelar empat laga Piala Dunia 2014, yaitu satu laga di babak penyisihan Grup B, Grup E, Grup F, dan Grup H.

Stadion Estadio do Maracana – Rio De Janeiro

Tahun Pembuatan: 1948 (direnovasi kembali pada 2006)

Kapasitas: 76, 804

Maracana merupakan stadion paling terpopuler di Brasil. Terletak di Rio de Janeiro, stadion ini dibuat khusus untuk Piala Dunia 1950. Sejak itu, nama Maracana mulai terkenal di seluruh dunia karena kapasitas penontonnya yang mencapai 200.000.

Meski tak banyak yang tahu, nama asli stadion ini adalah Estadio Jornalista Mario Filho, dinamakan dari nama jurnalis Mario Filho yang sangat mendukung pembuatan Maracana yang sempat tidak disetujui oleh salah satu politik terkemuka di Brasil.

Untuk Piala Dunia 2014, stadion ini akan dikurangi kapasitasnya menjadi 76,804. Selain itu juga akan dibuat perluasan atap stadion yang akan menutupi seluruh sektor dan tak hanya di bagian atas saja. Maracana akan menjadi penutupan Piala Dunia 2014 sekaligus menjadi venue untuk final yang akan berlangsung pada 13 Juli 2014.

Stadion Arena de Sao Paulo

Tahun pembuatan: 2011Kapasitas: 65,807

Arena de Sao Paulo merupakan salah satu stadion yang dibangun khusus untuk Piala Dunia 2014.

Stadion ini dibangun atas keinginan klub Corinthians yang ingin memiliki stadion sendiri. Maklum, selama ini mereka bermain di Pacaembu Stadion yang menjadi milik kota Sao Paulo.

Berbeda dengan stadion lainnya di Brasil, Arena de Sao Paulo akan dilengkapi dengan layar raksasa untuk memanjakan penonton. Rencananya, layar ini akan menjadi yang terbesar di seluruh stadion di dunia dengan ukuran 120m x 7.5 m atau sebesar 4,734 inch.

Karena hal itu juga pihak penyelenggara menetapkan Arena de Sao Paulo menjadi stadion pembuka Piala Dunia 2014 pada 12 Juni 2013.

Stadion Estadio Mineirao – Belo Horizonte

Tahun pembuatan : 1965

Dibangun kembali : 2010

Biaya : R$ 695 juta (Rp3,3 triliun)

Kapasitas : 70.000

Stadion yang memiliki nama lengkap Estadio Governador Magalhaes Pinto ini adalah milik pemerintah negara bagian Minas Girais. Merupakan stadion terbesar ketiga di Brasil setelah Estadio Do Maracana di Rio de Janeiro dan Estadio Nacional di Brasilia.

Pada Juni 2010, Estadio Mineirao ditutup sementara untuk renovasi untuk menyambut Piala Dunia 2014. Perubahan yang dilakukan di antaranya mengurangi kapasitas penonton dari 75.783 menjadi 70.000 saja.

Meskipun begitu, sentuhan modernisasi diterapkan pada sektor lainnya. Di antaranya penyesuaian permukaan lapangan yang menjadi lebih rendah. Lalu ada fasilitas untuk menangkap dan menyimpan hingga 6.270.000 liter air hujan yang kemudian dapat didaur ulang.

Stadion yang terletak di kawasan Pampulha ini dijadwalkan menggelar enam pertandingan. Terdiri dari satu laga Grup C, Grup D, Grup F, Grup H, babak 16 besar, serta semifinal.

Stadion Arena Fonte Nova – Salvador

Tahun pembuatan : 1951

Dibangun kembali : 2010

Biaya : R$ 591 juta (Rp 2,8 triliun)

Kapasitas : 56.500

Stadion ini dirancang oleh Brunswick dari Jerman, yang mengikuti rancangan dari Stadion Hannover yang saat itu dipakai untuk pertandingan Piala Dunia 2006.

Sebelum direnovasi kembali pada 2010, Stadion ini bernama Estádio Octávio Mangabeira. Nama itu sendiri dipakai untuk mengenang Octavio Mangabeira, seorang Insinyur, profesor, sekaligus politikus yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bahia.

Stadion yang terletak di Salvador ini dijadwalkan menggelar enam pertandingan. Terdiri dari satu laga Grup B, Grup E, Grup F, Grup G, babak 16 besar, serta perempat-final.

Stadion Arena Pernambuco – Recife

Tahun Pembuatan: 2010Kapasitas: 44,248

Arena Pernambuco bukanlah wajah baru untuk Piala Dunia 2014. Sebelum dihancurkan dan dibangun kembali, stadion ini pernah menjadi venue untuk Piala Dunia 1950 antara Chile vs Amerika Serikat.

Terletak di kota Recife, stadion ini juga menjadi rumah bagi tiga klub, Nautico, Santa Cruz dan Sport. Di lingkungan stadion juga akan dibangun pusat perbelanjaan, bioskop dan restoran. Rencananya, stadion ini akan dibuka pada Juni 2013 untuk laga Nautico.

Arena Pernambuco akan menjadi venue untuk laga grup A, C, D, G dan babak 16 besar yang mempertemukan jawara grup D dan runner-up grup C.

Stadion Estadio Das Dunas – Natal

Tahun Pembuatan: 2011Biaya Pembuatan: R$ 400 juta (Rp 1,9 triliun)

Kapasitas: 42,086

Stadion ini dibangun khusus untuk Piala Dunia 2014. Memiliki nama lengkap Complexo Arena das Dunas, Stadion yang terletak di kota Natal ini mulai dibangun pada Januari 2011 dan didesain oleh arsitek terkenal, Populous.

Sebenarnya stadion ini sudah ada sejak tahun 1972 dan dikenal dengan nama Machadao. Tapi, untuk Piala Dunia, pihak Brasil memutuskan untuk menghancurkan stadion yang lama dan membuat stadion baru.

Di stadion ini nantinya terdapat pusat perbelanjaan dan hotel. Untuk memberikan suasana hijau, juga akan dibangun danau buatan yang mengelilingi stadion.

Das Dunas akan menjadi venue untuk grup A, C, D dan G.

Stadion Estadio Castelao – Fortaleza

Tahun pembuatan: 1973

Dibangun kembali: 2011

Biaya: R$ 518,6 (Rp2,5 triliun)

Kapasitas: 64.846

Stadion ini memiliki nama lengkap Estadio Placido Aderaldo Castelo yang diambil dari nama Gubernur negara bagian Ceara yang menjabat era 1966-71. Hingga kini, namanya tidak mengalami perubahan seperti yang terjadi dengan beberapa stadion lainnya di Brasil.

Menghadapi perhelatan Piala Dunia 2014, renovasi dilakukan mulai 2011 dan selesai pada 2013. Perbaikan yang dilakukan di antaranya meningkatkan kapasitas menjadi 64.846 penonton dan menyediakan tempat parkir bawah tanah yang bisa menampung hingga 4.200 kendaraan.

Estadio Castelao akan menggelar enam partai Piala Dunia 2014. Laga tersebut antara lain satu pertandingan babak penyisihan Grup D, Grup A, Grup G, Grup C, Grup B, dan babak perempat final.

SUMBER

About these ads

Posted on Januari 23, 2013, in Olahraga, Sepakbola. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: