Korban Tewas Badai Washi di Filipina Bertambah Jadi 652 Orang‎

Manila – Korban tewas akibat badai Washi yang berimbas pada banjir bandang di Filipina terus bertambah hingga mencapai 652 jiwa. Sedangkan sekitar 800 orang lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian oleh petugas penyelamat.

Seperti diberitakan oleh Reuters, Minggu (18/12/2011), data terbaru Palang Merah Filipina menyebutkan sebanyak 652 orang yang menjadi korban tewas berasal dari 8 provinsi di wilayah selatan Mindanao.

“Kantor kami kebanjiran ratusan permintaan untuk membantu menemukan orang tua, anak, maupun keluarga mereka yang hilang. Kami membantu mengkoordinasikan pencarian dengan pemerintah setempat, tentara, polisi dan bahkan dengan lembaga bantuan lainnya,” ujar Sekretaris Jenderal Palang Merah Filipina, Gwendolyn Pang, kepada wartawan.

Banjir bandang yang melanda pada Jumat (16/12) malam, menyapu ratusan rumah yang ada di puluhan desa di wilayah Cagayan de Oro dan Iligan yang berlokasi di dekat pantai. Banyak warga yang tengah tertidur lelap saat kejadian, sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan diri.

“Peristiwa ini yang pertama kalinya terjadi di kota kami,” ujar Walikota Cagayan de Oro, Vicente Emano dalam sebuah wawancara dengan radio setempat.

Menurut Emano, pejabat setempat tidak menerima peringatan dini sebelum badai menerjang. Namun, Badan Bencana asional menyatakan, pihaknya telah memberikan peringatan dini kepada sejumlah pejabat dan warga di lokasi yang akan dilalui badai Washi pada 3 hari sebelumnya.

Diperkirakan 20 jenis badai dan angin topan, yang sebagian besar mematikan, melanda Filipina setiap tahunnya. Badai dan angin topan tersebut seringkali melanda wilayah utara Filipina. Sedangkan wilayah selatan Filipina selalu terhindar dari badai, oleh karena itu saat badai Washi melanda, banyak warga yang tidak bersiap.

Pada Sabtu (17/12) kemarin, badai Washi telah melewati wilayah Mindanao dan terus bergerak ke arah barat menuju ke Laut China Selatan. Badai yang memiliki kecepatan maksimal 80 kilometer per jam ini, diperkirakan terus bergerak ke arah barat dan semakin menjauhi Filipina.

Posted on Desember 19, 2011, in Asia, International News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: