BRIPTU NORMAN KAMARU (The Indonesian Phenomenal Male Artist 2011)

Kami menilai bahwa NORMAN KAMARU pantas dijadikan sebagai The Indonesian Phenomenal Male Artist 2011 atau ARTIS PRIA INDONESIA TERFENOMENAL 2011 versi Blog eightbspezharpalu.

Norman Kamaru layak dinobatkan sebagai Artis Pria Terfenomenal, pada saat awal April 2011, video berjudul “Polisi Gorontalo Menggila”, menggegerkan publik tanah air. Rekaman berdurasi 30 detik itu memperlihatkan seorang anggota polisi secara lypsinc dan begitu antusias menyanyikan lagu India, “Chaiyya Chaiyya”.

Penampilan Briptu Norman Kamaru, yang kini mantan polisi, sempat dipermasalahkan institusinya, Polri, namun berubah sikap dan membuatnya sebagai kampanye untuk melembutkan citra polisi yang sangar akibat tekanan masyarakat luas.

Norman mendadak dielu-elukan bak artis terkenal. Hampir setiap hari, sosoknya yang memakai seragam kepolisian wara-wiri di layar kaca. Hari-harinya disibukkan dengan berpindah dari studio televisi ke televisi lainnya.

Ketenaran Norman membuat produser rekaman berebut untuk mendapatkan pria asal Gorontalo tersebut. Ia pun dikontrak dengan nilai mahal untuk membuat album. Selain itu, rumah produksi juga tak mau kalah. Mereka memanfaatkan popularitas Norman untuk bermain film televisi.

Namun, Norman kemudian dihadapkan pada dilema: karir sebagai polisi atau masa depan sebagai artis. Ia lebih condong pada yang ke dua. Berkali-kali Norman terlibat konflik dengan institusinya, gara-gara tak masuk kerja demi syuting atau show.

Setelah surat kemunduran dirinya ditepis atasannya, lalu melalui sidang kode etik di Polda Gorontalo, Selasa 6 Desember 2011, Norman Kamaru resmi dipecat sebagai anggota Brimob. Ia juga tak dibolehkan memakai atribut Polri dan harus menanggalkan embel-embel “Briptu” dalam namanya.

Mirip dengan kehebohannya saat videonya meledak di YouTube, pemecatan tidak hormat Norman tak hanya jadi konsumsi dalam negeri, tapi jadi pemberitaan dunia.

PROFIL NORMAN KAMARU :

Norman Kamaru atau Oman (lahir di Gorontalo, Indonesia, 27 November 1985; umur 26 tahun) adalah seorang mantan anggota Brigade Mobil berpangkat terakhir Briptu. Namanya menjadi terkenal setelah video lip-sync-nya yang menirukan lagu India berjudul Chaiyya Chaiyya tersebar di masyarakat. Video lip-sync-nya yang berjudul Polisi Gorontalo Menggila dan berdurasi 6 menit 30 detik itu mampu membuat masyarakat yang melihatnya tertawa dan terhibur.

Keluarga

Norman Kamaru adalah anak pasangan Idris Kamaru dan Halimah Martinus. Ia paling bungsu di antara sembilan saudara. Karena posisinya dalam keluarga itu, ia kerap kali dimanja sang ibu, Halimah Martinus, yang berdarah Ambon dan kini tinggal di Jalan Pancawardana, Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Pemberhentian

Fenomena terkenalnya Norman karena video Youtube tersebut akhirnya berakibat pada kariernya di kepolisian. Karier Norman Kamaru di barisan brigade mobil Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo akhirnya diberhentikan tidak dengan hormat pada tanggal 6 Desember 2011. Keputusan tersebut diambil pada sidang kode etik oleh Direktorat Profesi dan Pengamanan Polda Gorontalo berdasarkan Peraturan Pemerintah Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota POLRI, setelah Norman dinilai melanggar disiplin karena meninggalkan tugas selama 84 hari berturut-turut tanpa alasan jelas.

Video

Norman Kamaru mulai dikenal sejak rekaman video sinkronisasi gerak bibirnya (lip sync) yang berdurasi 6 menit 30 detik beredar luas. Dalam video itu, ia menyanyikan lagu India bertajuk “Chaiyya Chaiyya” serta menggerakkan tubuh yang kemudian diunggah di situs Youtube. Video rekaman itu dibuat untuk menghibur rekan kerjanya ketika ia menjalani tugas jaga di Pos Jaga Brimob Polda Gorontalo.

Aksi Norman Kamaru menuai pro dan kontra. Awalnya, Polri sempat akan memberikan sanksi karena Norman Kamaru dinilai kurang menjaga kehormatan institusi Polri lantaran menggunakan seragam dinas dalam video tersebut, namun urung dilaksanakan karena kuatnya dukungan publik. Hukuman yang diberikan akhirnya hanya sebatas menyanyi dan menari di depan rekannya. Sebagian orang juga mempertanyakan apakah tingkah Norman pantas karena merokok saat bertugas dan menggunakan tindik di lidah. Di sisi lain, Norman Kamaru juga mendapat apresiasi. Norman dianggap humanis karena menghibur temannya dengan cara yang kreatif. Universitas Bung Karno secara khusus memberikannya beasiswa kuliah Program Strata-1 Jurusan Hukum dan sebuah sepeda motor karena dianggap telah berjuang memberikan pencitraan baik kepolisian di mata masyarakat Indonesia.Norman Kamaru juga menjalani sejumlah roadshow yang bertujuan menciptakan citra polisi yang humanis sebagai pelayan sekaligus pengayom masyarakat.

Posted on Januari 2, 2012, in EIGHTB AWARDS 2011. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: