Malam Tahun Baru Berdarah di Aceh, 11 Tertembak, Empat Tewas

Personel kepolisian megangkat jenazah Wagino (38) yang tewas ditembak orang tak dikenal di depan Istana Boneka Kawasan Jalan T Iskandar, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu (31/2). malam. (SERAMBI/BUDI FATRIA)

[BANDA ACEH] Kekerasan bersenjata kembali terjadi di Provinsi Aceh, sebanyak 10 orang buruh pekerja kabel telkom di Kabupaten Bireuen diberondong senjata oleh pelaku yang belum diketahui identasnya, tiga orang tewas dan tujuh lainnya dirawat di RS Fauziah Bireuen serta seorang pekerja toko boneka di Banda Aceh juga ditembak hingga tewas pada waktu bersamaan, Sabtu (31/12) pukul 20.30 WIB. pemberondongan dengan senjata pada malam penutupan tahun 2011, terjadi begitu cepat, polisi masih menyelidiki motif dari penembakan 11 pekerja itu.

Di Banda Aceh seorang pekerja toko bonoka  bernama Wagino (40) warga Lamteumen Banda Aceh tewas di tembak oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya di Jalan T Hasan Dek  Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh Sabtu (31/12) pukul 20.30 WIB. Letusan senjata di malam tahun baru itu sempat dikira oleh warga sekitar sebagai suara macron untuk menyambut tahun baru.

Sumber di lokasi kejadian, korban ditembak oleh dua orang menggunakan sepeda motor jenis Supra dan memakai tas pingang yang mengejar korban dengan menggunakan sepeda motor, setiba di Jalan Hasan Dek korban lari ke arah toko boneka untuk menyelamatkan diri setiba di dekat warnet terdengar suara tembakan dua kali.

Warga mengira suara tembakan itu adalah kembang api, namun tiba ada jelitas yang mengabarkan seseorang telah meninggal. Kepala Kepolisian Resor Kota Banda Aceh, Komisaris Besar Moffan Mudji Kafanti mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut, pada Minggu (1/1) aparat kembali mendatangi lokasi penbembakan yang telah dibuat garis polisi dan mencari berbagai informasi seputar aksi penembakan, sedangkan korban pada Minggu setelah diotopsi di RSUZA, Banda Aceh dibawa kerumah duka di Lamteumen Timur untuk dikebumikan, Korban yang telah menetap di Aceh selama 15 tahun meninggalkan seorang isteri dan dua orang anak masing-masing berumur 12 tahu dan 8 tahun.

Sedangkan di Bireuen pada malam yang sama sebuah rumah berkontruksi kayu yang dijadikan Mess penampungan buruh pemasang kabel Optic Telkomsel di Jalan Bireuen-Banda Aceh, kawasan Balee Labang, Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, juga diberondong senjata api pukul 20.30 Wib oleh dua pelaku yang mengendrai sepeda motor, akibatnya 10 pekerja tertembak dan tiga orang tewas ditempat. Kabid Humas Polda Aceh Komisaris Besar Polisi (Kombes) Gustav Leo kepada SP menyebutkan berdasarkan laporan dari Kapolres Biruen dan juga keterangan dari sejumlah saksi korban, pemberondongan dilakukan oleh dua orang yang mengendrai sepeda motor, saat terjadi penembakan di Mes ada 28 pekerja sedang duduk istirahat, pekerja semua dari pulau jawa.

Dalam pemberondongan itu sebanyak tiga pekerja tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka, korban tewas adalah Sunyoto (28), Suparno (31) keduanya dari Jember dan Daud (30) Bayuwangi, sementara korban luka tembak Andri (15) Hasan (35) Kirul (30) Imam (27) keempatnya dari Jember dan Aan (40), Kopral (32) Bonjol (30) ketiganya dari Bayuwangi, semua korban luka-luka saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum dr Fauziah, Bireuen. Di TKP pasca kejadian, polisi memasang polise line.

Terkait aksi pemberondongan senjata api Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono menyebutkan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Dari keterangan saksi pelaku berjumlah dua orang menggunakan senjata Ak-47 dan datang ke TKP dengan menggunakan sepeda motor, pasca kejadian aparat Polri bersama TNI langsung melakukan razia dibeberapa titik untuk menghambat pelarian pelaku.

Direktur RSU Bireuen dr Chandra ZA menyebutkan tiga korban yang tewas saat dibawa kerumah sakit sudah tidak bernyawa lagi sedangkan tujuh korban luka tembak saat ini masih dirawat di RS itu. Para korban tewas direncanakan akan dipulangkan ke daerah asal mereka sedangkan 40 pekerja yang selamat dari pemberondongan itu saat ini masih diamankan Polres Biereun agar mereka bisa nyaman. Terkait dengan pelaku dan motif masih dalam pendalaman, apa lagi keterangan para saksi belum mengarah, namun indikasi menguatkan bahwa aksi tersebut dilakukan dua orang menggunakan sepeda motor.

Posted on Januari 2, 2012, in Berita Daerah, National News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: