MOBIL ESEMKA: Pesanan sudah capai 2.000 unit

JAKARTA: Pembuatan mobil Esemka libatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) di 33 titik dan jumlah pesanan dalam hitungan hari sudah mencapai 2000 unit, kata Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK, Kemdikbud, hari ini.

“Selama ini mitra pembuatan mobil Esemka sejak 2008 memang dengan usaha kecil. Kami akan jalan terus membuat mobil rakitan Esemka meski banyak yang berwacana dengan mobnas itu,” kata Joko.

Dia sendiri optimistis dengan langkah yang ditempuh karena insyaallah tinggal uji ulang dan penyempurnaan lainnya. Soal pesanan yang melonjak dia juga menyikapi dengan positif.

“Kalau siswa SMK jurusan otomotif semakin banyak yang membuat mobil maka media belajarnya semakin luas dan SMK nantinya melahirkan lulusan dengan SDM yang trampil,” kata Joko

Pasalnya SMK yang dibanjiri  pesanan mobil Esemka seperti di Solo, misalnya akan  mendistribusikan pekerjaan ke SMK lain ke berbagai daerah.

“Soal mobil Esemka prinsipnya kita akan jalan terus produksi karena memang menjadi media pembelajaran dan tinggal menyempurnakan saja.

Senada dengan Joko Sutrisno, usaha kecil yang selama ini bermitra dengan SMK, PT Nasional Motor optimistis mobil-mobil Esemka bisa berseliweran di jalan-jalan utama kota-kota besar karena produksi SMK tidak kalah dengan buatan pabrikan besar.

“Kami bahkan bersama siswa SMK I Purwosari, Pasuruan tengah membuat dua unit bus masing-masing kapasitas 50 seat yang tengah di kerjakan kroyokan. Tiga bulan lagi bus selesai dan kirim ke SMK di Bali untuk mobil panggung keliling,” kata Priyono, konsultan Otomotif Kemdikbud dari PT Nasional Motor, Jatim.

Selama ini, kata Prijono, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbatas hanya melahirkan sumber daya manusia (SDM) otomotif maupun beragam prototipe mobil nasional di tanah air.
“Tapi sejak 2009 sudah banyak prototipe mobil nasional dilahirkan dari tangan trampil siswa SMK di Malang mulai dari Digdaya 1, Digdaya 2, Rajawali dan tipe-tipe mobil nasional lainnya dengan brand Esemka yang kerap dipamerkan di tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” ujarnya.

Kalau sudah banyak pejabat yang mau mengganti mobil dinasnya dengan hasil rakitan siswa SMK, maka suatu langkah kemajuan hingga akhirnya benar-benar akan lahir mobil nasional yang diakui seluruh bangsa ini.

Joko Sutrisno menambahkan dengan besarnya minat masyarakat atas mobil Esemka tersebut maka pihaknya optimistis akan melahirkan pelaku UKM otomotif yang besar.

“Bukan siswa SMK saja yang pintar merakit, UMKM di Indonesia selama ini sudah teruji membuat berbagai komponen otomotif sehingga sinergi SMK dan industri kecil itulah lahir prototipe mobnas,” tegas Joko.

Posted on Januari 7, 2012, in National News, SMK BISA!. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: