Mobil Tawon Buatan SMK Lebak Dipakai Pemprov Banten

Metrotvnews.com, Lebak: Hasil kreasi para pelajar sekolah menengah kejuruan di bidang otomotif makin bervariasi. Di Kabupaten Lebak, Banten, terdapat mobil rakitan yang sebagian pengerjaannya dikerjakan para pelajar SMK. Mobil itu menggunakan komponen dalam negeri. Mobil berkonsep city car bermerk Tawon tersebut bahkan sudah digunakan sebagai kendaraan dinas Pemerintah Provinsi Banten.

Inilah mobil rakitan anak bangsa yang diberi merek Tawon yang tengah diproduksi di pabrik rakitan PT Super Gasindo Jaya di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Dari puluhan orang pekerja teknisnya sebagian adalah siswa-siswa SMK kelas dua dan tiga yang ada di Rangkasbitung.

Dengan teliti para remaja itu merakit bagian-bagian kendaraan kecuali mesin mobil. Dari seluruh komponen mobil Tawon hanya mesinnya yang masih diimpor dari China. Sedangkan komponen interior dan eksterior lainnya adalah produk buatan asli Indonesia.

Mobil Tawon mulai diproduksi masal sejak awal tahun 2010 setelahmengalami sejumlah perubahan desain. Desain mobil diciptakan pemilik PT Super Gasindo Jaya, Koentjoro Njoto. Mama merek Tawon diambil sebagai simbol produk minimalis, namun kuat dan cekatan.

Saat ini mobil Tawon memiliki tiga varian, yakni model bak terbuka, model mini van serta model tawon. Model terakhir bisa memuat lebih dari tiga orang penumpang. Beberapa waktu lalu mobil rakitan anak bangsa itu telah diuji coba dari Rangkasbitung-Surabaya dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam dalam waktu 19 jam.

Saat ini sebuah koperasi di Surabaya telah memesan 200 unit mobil Tawon untuk keperluan anggota koperasinya sebagai kendaraan umum serba guna. Selain itu empat unit mobil Tawon telah digunakan sebagai kendaraan dinas di Dinas Perdagangan dan Sekretariat Daerah Provinsi Banten.

Ada sejumlah keunggulan mobil Tawon. Selain bentuknya minimalis atau berkonsep city car, juga dapat memuat tiga jenis bahan bakar yakni premium, gas dan bioetanol. Harga satu unit mobil Tawon berkisar antara Rp40 juta sampai Rp60 juta. Konsumsi bahan bakar mobil ini terbilang irit: satu liter premium bisa menebus jarak 23 hingga 25 kilometer.

Meski mulai diterima di masyarakat, keberadaan mobil Tawon masih terhambat sejumlah perizinan di antaranya sulitnya mendapatkan STNK. Sejauh ini seluruh inisiatif pengadaan mobil lokal yang murah dengan mempekerjakan tenaga-tenaga trampil lulusan SMK itu masih sebatas inisiatif pihak perusahaan tanpa kontribusi pemerintah.

Posted on Januari 8, 2012, in National News, SMK BISA!. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: