Esemka Sempat Didatangi Produsen China

img
Jakarta – Saat sedang mengadakan pameran beberapa tahun lalu, SMK mengaku sempat didatangi produsen otomotif China. Perusahaan China itu tertarik dengan desain Esemka yang unik.

“Awal pameran dulu, mobil hasil rakitan Singosari mobil itu sangat bagus, dan mobil ini mau dibeli modelnya (oleh China). Dan saya tidak mau. Sayangnya model itu belum saya patenkan dan mereka mengambil foto bisa saja mereka mencontek,” cerita mantan Kepala Sekolah SMK 1 Singosari Bagus Gunawan kepada detikOto.

“Ada yang mau membeli dari pihak China, tapi tidak tahu perusahaan mana. Dan waktu itu mau dibeli kita tidak mau. Dan model ini akan kita patenkan karena mobil ini bisa menjadi cikal bakal mobnas,” kenang Bagus yang kini menjadi Direktur Politeknik Malang ini.

Bukan hanya itu saja, SMK juga didatangi tenaga ahli dari China pada 2010 untuk melatih guru dan siswa menularkan ilmu-ilmu ke sekolah-sekolah. “Waktu itu gurunya datang ke Jakarta. Bagaimana cara merakitnya, bagaimana managementnya. Sebenarnya kita membuatnya 2009 dan selesai itu tahun 2010 awal Januari,” ujarnya.

Ketika ditanya soal kemiripan Esemka dengan mobil China menurutnya hal itu tidak akan dipermasalahkannya. Mobil China yang mirip Esemka generasi ketiga itu diluncurkan pada bulan November 2010 lalu.

“Saya pikir, mau meniru, mau menjiplak, itu saya tidak mau mempermasalahkannya. Yang penting bangsa kita menjadi pintar keterampilan dan ilmu. Kalau dibatasi dengan itu kapan kita akan pintarnya, dan kita selalu akan selalu dibatasi seperti itu. Karena ini tujuannya untuk menggairahkan manufaktur dalam pembuatan kendaraan,” ujarnya.

Produsen China menurutnya saat itu mau berbaik hati membagi ilmunya di bidang otomotif.

“Karena kita mau belajar untuk merakit ke pabrikan Jepang kita tidak boleh. Terus kapan kita bisa. Dan ini merupakan langkah yang luar biasa, dan ini mempercepat anak-anak kita untuk bisa membuat manufaktur. Harusnya pemerintah harus tanggap. entah mobil ini mau dijadikan pembelajaran atau dimanfaatkan untuk kepentingan negara,” ujarnya.

Karena kesulitan mendapatkan bahan dari pabrikan Jepang, Esemka pun belajar ke China.

Posted on Januari 11, 2012, in National News, SMK BISA!. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: