Gubernur Longki Takut KKN, Adik Kandung Terpental

PALU, MERCUSUAR- Gubernur Sulteng Longki Djanggola meminta maaf kepada adik kandungnya, Derry Djanggola yang terpental dari persaingan berebut posisi Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng. Padahal, sesuai hasil fit and propertest di Kemendagri, nilai Derry Djanggola lebih baik ketimbang Amdjad Lawasa.

“Waktu selesai tes, saya langsung ditelpon dari Sekjen Kemendagri, agar mempertimbangkan hasil tes adik saya (Derry Djanggola), karena dia yang paling tinggi dibanding yang lain. Tapi saya katakan pada Sekjen, saya belum kuat mental untuk menerima kenyataan itu,” kata Gubernur Longki Djanggola, disela-sela sambutannya, saat melantik Amdjad Lawasa sebagai Sekprov Sulteng, di Gedung Pogombo, kantor Gubernur, kemarin (18/1).

Dalam pengajuan calon Sekprov, Gubernur Longki mengajukan tiga nama kepada Presiden masing-masing Derry Djanggola, Amdjad Lawasa dan Abubakar Almahdali.

“Memang dari segi aturan tidak dilarang. Tapi sebagai orang timur, tentunya saya harus mengambil sikap dan mengutamakan orang lain, ketimbang saudara saya sendiri,” kata Longki.

Pada kesempatan itu, ia juga mengaku beban psikologis seperti yang ia rasakan, pernah terjadi saat Prof Aminuddin Ponulele menjabat Gubernur Sulteng pada 2001-2006, saat Anwar Ponulele, adik kandung Gubernur Aminuddin Ponulele, juga dinyatakan sebagai figur paling tinggi nilainya menjadi Sekprov. Namun Aminuddin Ponulele merestui ditunjuknya calon lain.

“Untuk itu, saya meminta maaf kepada adik saya. Apalagi saat pemilukada lalu, Ibu Derry beberapa kali ‘dilempar’ kesana kemari. Tapi setelah kakaknya jadi Gubernur, ternyata tidak bisa membantu dia untuk mendapat promosi jabatan yang paling tinggi,” ujarnya lagi.

Diakhir sambutannya, ia mengatakan sikap yang ia lakukan itu, demi perbaikan pembangunan di Sulteng. Pada kesempatan itu, ia pun berpesan kepada Amdjad Lawasa, agar bisa membenahi segala kekurangannya dan dapat bekerja dengan baik. Sebagai manajer, Amdjad harus memanfaatkan kapabilitasnya dalam pengelolaan keuangan, yang pernah dipraktekkan di Poso.

“Selama anda di Poso, saya nilai banyak keberhasilan. Banyak anggaran yang diturunkan ke Poso seperti Recovery dan mampu dipertanggungjawabkan. Saya berharap dengan adanya tata kelola yang baik ditangan Amdjad, dan pada tahun ini Sulteng bisa meraih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” kata Longki, disambut tepuk tangan pejabat yang hadir.

Derry Djanggola, saat dimintai komentarnya sekaitan dengan itu, mengungkapkan kebanggaan pada kakaknya, karena lebih mementingkan oranglain ketimbang pribadinya. Pada prinsipnya, sebagai pegawai negeri sipil, dia selalu siap menjalankan putusan apapun.
“Kalau pun saya ditunjuk sebagai Sekprov saya akan siap. Tapi memang saya salut dan bangga kepada kakak (Gubernur Longki) saya, ia tidak arogan mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Tapi ia juga selalu mengutamakan kepentingan orang lain,” kata Derry sambil berurai airmata.

Ketika ditanya apakah keputusan Longki memilih orang lain tidak menghambat karirnya, Derry menampiknya. Menurut Derry, kesempatan untuk menduduki karir tertitinggi PNS, masih bisa direbutnya, karena usianya masih jauh dari pensiun.
“Tidak apa-apa, semua PNS memang mengejar posisi tertinggi (Sekprov). Tapi saya masih punya kesempatan,” singkat dia.
Sementara itu, Sekprov Amdjad Lawasa mengaku, segala kekurangan yang ada pada dirinya akan dijadikan cambuk sebagai motivator, sehingga bisa berbuat yang terbaik bagi Sulteng. Ia berjanji akan membuktikan kemampuannya kepada Gubernur.
“Inilah kesempatan saya untuk membuktikan, bahwa saya juga bisa,” tutur mantan Sekkab Poso itu.
Terkait dengan program kerjanya, Amdjad masih akan mempelajari terlebih dahulu. Meski demikian, pihaknya akan memprioritaskan perbaikan kinerja bawahannya, dan pengelolaan aset.

Posted on Januari 20, 2012, in Local News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: