Rumah Dinas Terpaksa Jadi Ruang Guru

PALU, MERCUSUAR – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 3 Tondo terpaksa memanfaatkan rumah dinas kepala sekolah sebagai ruang guru sebab ruang guru dialihkan sementara menjadi ruang kelas. Ini terjadi karena jumlah kelas tidak lagi dapat menampung jumlah murid.

Di ruang guru “baru” yang sudah ditempati selama tiga tahun itu, plafon ruangan sudah terlihat terkelupas . Lantainya pun mulai berlubang. “Jumlah siswa kami saat ini mencapai 280 orang, sedang ruang kelasnya belum ada penambahan. Selain rumah kepala sekolah dijadikan ruang guru, juga bekas rumah dinas penjaga sekolah dijadikan ruang kelas,” tutur Marsiati, Rabu (18/1).
Marsiati menambahkan, sejak tahun 2010, belum ada upaya penambahan ruang kelas ataupun renovasi ruang guru. Begitupula dengan kondisi mobiler sekolah. “Lihat saja pak, mobilernya sudah tidak layak pakai, tapi kita tetap pakai karena belum ada penggantinya. Bagaimana kita mau mencerdaskan generasi bangsa kalau seperti ini kondisinya, padahal sekolah ini masih dalam Kota Palu,” kesal Marsiati seraya menunjukkan sejumlah kursi dan meja yang sudah rusak, namun tetap digunakan murid.
“Kita sudah mengajukan proposal sejak tahun kemarin (2011), dan dijanjikan tahun ini ada penambahan dua ruang kelas,” tutur Kepala SDN Inpres 3 Tondo, Amirudin. Pihaknya juga akan mengupayakan pengadaan mobiler pada tahun ini.

Posted on Januari 20, 2012, in Local News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: