Sutrisno Divonis Bebas, Amir Mahmud Divonis Lima Tahun

DONGGALA, MERCUSUAR – Pengadilan Negeri (PN) Donggala menjatuhkan vonis bebas kepada mantan Penjabat Bupati Sigi, Sutrisno Sembiring. Sementara Ketua KPU Kabupaten Donggala, Amir Mahmud divonis penjara lima tahun, terkait kasus korupsi dana Pemilukada Sigi tahun 2010.

Dalam pandangan hakim, terdakwa Amir Mahmud terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara, sehingga hakim menjatuhkan pidana selama lima tahun penjara dan uang pengganti Rp 1,1 miliar serta denda Rp 500 juta. Apabila uang pengganti tidak dibayar dalam satu bulan, maka masa tahanan terdakwa ditambah satu tahun. Demikian halnya bila denda tidak dilunasi maka ditambah empat bulan penjara. Putusan itu, lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 8 tahun penjara dengan uang pengganti Rp3,65 miliar dan denda Rp 350 juta subsider 1 tahun penjara. Walaupun hakim menilai selama persidangan terdakwa berlaku sopan, namun hakim juga menilai hal-hal yang memberatkan terdakwa, diantaranya sebagai Ketua KPU, Amir Mahmud dinilai tidak melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab.
Kehadiran Amir Mahmud dalam sidang yang dipimpin Agung Sulistyono SH tanpa didampingi penasehat hukumnya, masih berpikir-pikir untuk mengajukan banding. Demikian halnya JPU, Evan Satria SH.
Pada sidang berikutnya yang menghadirkan terdakwa Sutrisno Sembiring dengan JPU, Martin RJ SH serta dihadiri pengacara, Muslim Mamulai SH dan Zulfikar A Makkarumpa SH, majelis hakim memutuskan Sutrisno terbebas dari segala dakwaan. Menurut hakim, Sutrisno tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dakwan primer. Namun untuk dakwaan sekunder, walaupun terbukti namun hakim melihat bukan tindakan pidana. Sehingga hakim melepaskannya dari segala tindakan hukum dan memulihkan nama baiknya.
Usai majelis hakim membacakan tuntutannya, Sutrisno langsung melakukan sujud syukur dan meneteskan air mata. Demikian halnya istri Sutrisno yang setia mendampingi selama persidangan, juga tak kuasa menahan air matanya. Atas putusan itu, JPU mengatakan pikir-pikir untuk melakukan banding.
Sebelum giliran sidang putusan Amir Mahmud dan Sutrisno, juga disidangkan terdakwa Harianto Abd Rauf Tenga, yang berhalangan hadir. Menurut keluarga yang diwakili ibunda Harianto, bahwa anaknya masih menjalani rawat inap di RS Bala Keselamatan Palu. Sehingga majelis hakim menunda putusan Harianto sampai 31 Januari 2012.
Jalannya persidangan pada Rabu (18/1) yang dimulai pukul 14.00 wita, hingga berakhir pukul 17.00 wita, tidak menarik perhatian banyak pihak, dibanding pada sidang pembacaan dakwaan beberapa bulan lalu.

Posted on Januari 20, 2012, in Local News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: