Ansyar Sempat “Mengamuk” Sebelum Meninggal

Kerabat Ansyar (41), sekuriti yang meninggal dunia setelah tertembak perampok berada di Ruang Autopsi RS Fatmawati, Selasa (24/1).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ansyar (41), petugas keamanan PT Merapi Utama Pharma yang ditembak perampok sempat “mengamuk” sebelum meninggal dunia. Ansyar “mengamuk” saat dia mengalami demam. Ansyar kepada istrinya mengatakan bahwa infus yang tersambung ke tubuhnya malah membuatnya merasa demam.

Selasa (24/1/2012) pukul 02.00 dini hari, Ansyar sempat koma. Akhirnya ayah empat anak itu meninggal pukul 10.30 di ruang ICU, RS Fatmawati, Jakarta Selatan. “Mungkin karena itu, kemudian Ansyar meninggal dunia,” tutur Solehan, Kepala Logistik PT Merapi, saat menunggu jenazah Ansyar di Rs Fatmawati.

Kamis (19/1/2012) siang lalu, Ansyar ditembak komplotan perampok saat mengejar mereka di Jalan Ampera. Hari itu juga tim dokter mengambil peluru yang bersarang di perut Ansyar.

Tim dokter juga sudah membersihkan bagian tubuhnya yang dioperasi. Ansyar meninggalkan istri bernama Saidah (41) dan anak masing-masing Alam Kori (14), Nurul Aini (13), Surya AH (6), dan Rara Ayu (3).

Posted on Januari 24, 2012, in Hukum, National News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: