FAISAL BASRI, EKONOM CALON GUBERNUR DKI JAKARTA 2012-2017

Faisal Basri lahir di Bandung 6 Nopember 1959. Menikah dengan Syafitrie dan dikaruniai seorang anak perempuan, Siti Nabila Azura Basri (14 tahun), dan dua anak laki-laki (Anwar Ibrahim Basri, 16 tahun dan Muhammad Attar Basri, 10 tahun).

JUJUR. Tentang ini, publik akan selalu mengingatnya , ketika pada tahun 2000, ia dengan tegas mengembalikan uang BPPN yang dikirim ke rekeningnya sejumlah Rp. 120 juta. Faisal mengembalikan dana itu, karena merasa tidak pernah merasa bekerja pada BPPN.

TEGAS DAN LUGAS. “Kalau harus memilih antara pertemanan atau (menegakkan) kebenaran, maka saya tidak akan ragu untuk memilih yang terakhir”.

DAPAT DIPERCAYA. “Tidak boleh sekali-sekali kita mencederai amanah yang diberikan orang lain, selama itu untuk kebaikan”.

SEDERHANA. Faisal Basri dikenal banyak orang dengan penampilan yang sederhana dan bersahaja. “Sederhana itu dari apa yang kita pakai, seringkali kita tak sadar kalau yang kita pakai hanya untuk menyombongkan diri dan ingin terlihat orang lain”.

PENGHARGAAN

  • “Pejuang Anti Korupsi” diberikan oleh Masyarakat Profesional Madani 2003
  • “FEUI Award (Penghargaan Agung) 2005”. Sebagai alumni yang berhasil disektor sosial dan masyarakat.

PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN

  • Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1985
  • Master of Arts (MA) dari Vanderbit University, Amerika Serikat, 1988
  • Kepala LPEM-FEUI pada 1993-1995
  • Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, FEUI pada 1995-1998
  • Rektor STIE Perbanas
  • Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI, tahun 2000
  • Ketua Tim Eksternal Monitoring Inpres No. 3 tahun 2006, oleh Menko Perekonomian
  • Ketua LP3E, Kadin Indonesia, pada 2009
  • Komisioner di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tahun 2000-2006
  • Chief of Advisory Indonesia Research Strategic & Analysis (IRSA) sejak 2005

PENGABDIAN

  • Pendiri dan Sekjen PAN Pertama 1999-2000
  • Expert dan pendiri Institute for Development of Economic & Finance (INDEF)
  • Pendiri Pergerakan Indonesia (PI). Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional sejak Kongres I tahun 2004 sampai 2010. Kini ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasional (DPN-PI).
CUCU ADAM MALIK
Tak banyak orang mengetahui bahwa Faisal Basri adalah cucu tokoh nasional. Ia ternyata merupakan cucu dari salah satu pahlawan pejuang kemerdekaan, yang kemudian menjadi Wakil Presiden, Adam Malik. Tokoh nasional yang pernah menjadi menteri luar negeri ini merupakan kakek paman yang banyak menginspirasi dirinya. Sepak terjang serta kiprah Faisal selalu dicurahkan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sebagaimana yang dilakukan oleh kakeknya.

Sosok Adam Malik dikenal luas bukan hanya lantaran pernah menjadi Wakil Presiden. Sewaktu muda, Adam Malik aktif bergerilya dalam gerakan pemuda memperjuangkan kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus 1945, bersama Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, Adam Malik pernah melarikan Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk memaksa mereka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ia adalah sosok pejuang sejak usia muda hingga akhir hayatnya.

Kiprah Adam Malik seperti itulah yang kemudian menjadi sumber inspirasi bagi Faisal untuk terus berjuang dalam hidupnya. Simak saja dari seabrek aktifitasnya, seperti: sibuk di gerakan sosial, aktif di LSM, mengajar, narasumber diskusi atau seminar, menulis, mengunjungi warga pinggiran serta mengadvokasi berbagai kebijakan yang memarginalkan rakyat kecil.

Baginya, persoalan bangsa adalah yang paling utama, sehingga waktu, tenaga dan pikiranya dihabiskan untuk mengurusi permasalahan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ia dikenal berani melawan arus, bicara apa adanya, kritis dan lantang menyuarakan aspirasi publik. Jika itu sebuah kebenaran, ia konsisten mengatakan benar, meski harus dimusuhi banyak orang. Berkat konsistensinya dalam berjuang, tak heran jika kemudian, lelaki berusia 52 tahun ini, mendapatkan penghargaan “Pejuang Anti Korupsi 2003” yang diberikan Masyarakat Profesional Madani.

Sosok Faisal yang semacam ini, memang langka di jumpai, terutama sekali di lapisan tokoh publik. Ia mampu menangkap inspirasi dari sang kakek secara sempurna sehingga seluruh perhatian serta konsentrasinya didedikasikan sepenuhnya untuk bangsa dan negara.

Faisal Basri lahir di Bandung 6 Nopember 1959. Menikah dengan Syafitrie dan dikaruniai seorang anak perempuan, Siti Nabila Azura Basri (14 tahun), dan dua anak laki-laki (Anwar Ibrahim Basri, 16 tahun dan Muhammad Attar Basri, 10 tahun).

JUJUR. Tentang ini, publik akan selalu mengingatnya , ketika pada tahun 2000, ia dengan tegas mengembalikan uang BPPN yang dikirim ke rekeningnya sejumlah Rp. 120 juta. Faisal mengembalikan dana itu, karena merasa tidak pernah merasa bekerja pada BPPN.

TEGAS DAN LUGAS. “Kalau harus memilih antara pertemanan atau (menegakkan) kebenaran, maka saya tidak akan ragu untuk memilih yang terakhir”.

DAPAT DIPERCAYA. “Tidak boleh sekali-sekali kita mencederai amanah yang diberikan orang lain, selama itu untuk kebaikan”.

SEDERHANA. Faisal Basri dikenal banyak orang dengan penampilan yang sederhana dan bersahaja. “Sederhana itu dari apa yang kita pakai, seringkali kita tak sadar kalau yang kita pakai hanya untuk menyombongkan diri dan ingin terlihat orang lain”.

PENGHARGAAN

  • “Pejuang Anti Korupsi” diberikan oleh Masyarakat Profesional Madani 2003
  • “FEUI Award (Penghargaan Agung) 2005”. Sebagai alumni yang berhasil disektor sosial dan masyarakat.


PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN

  • Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1985
  • Master of Arts (MA) dari Vanderbit University, Amerika Serikat, 1988
  • Kepala LPEM-FEUI pada 1993-1995
  • Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, FEUI pada 1995-1998
  • Rektor STIE Perbanas
  • Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI, tahun 2000
  • Ketua Tim Eksternal Monitoring Inpres No. 3 tahun 2006, oleh Menko Perekonomian
  • Ketua LP3E, Kadin Indonesia, pada 2009
  • Komisioner di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tahun 2000-2006
  • Chief of Advisory Indonesia Research Strategic & Analysis (IRSA) sejak 2005


PENGABDIAN

  • Pendiri dan Sekjen PAN Pertama 1999-2000
  • Expert dan pendiri Institute for Development of Economic & Finance (INDEF)
  • Pendiri Pergerakan Indonesia (PI). Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional sejak Kongres I tahun 2004 sampai 2010. Kini ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasional (DPN-PI).

Posted on Januari 27, 2012, in Biografi. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. faisal basri jelas calon yang sangat bagus untuk menjadi gubernur DKI tapi politik di indonesia sugguh aneh kenapa partai malah memilih calon yang tidak bagus. dari berbagai pilkada kebanyakan calon yang banyak uang yang menang dan calon yang didukung banyak partai yang menang. dimana demokrasi kita ??????? rakyat harusnya membuka mata jangan semata mata menyalahkan pemerintah apabila pemerintahan tidak beres rakyat harus ingat siapa yang memilih mereka jangan salahkan pemerintah, makanya rakyat buka dong mata kalian pilihlah calon yang benar-benar mementingkan rakyat janganlah kalian mau jikalau diberi uang. hati-hati dengan system pemilu/pilkada kita dimana suara bisa ditukar, sebaiknya data yang sudah di hitung di tiap TPS jangan dihitung kembali tapi dilegalisir oleh para saksi dan mengetahui rt setempat seta warga pada esok harinya semua hasil perhitungan TPS harus di terbitkan di media cetak dimana para saksi dan warga bisa cross chek hasil jika ada kesalahan angka bisa di komplain ke kpu dan dihitung ulang hanya TPS yang bermasalah jika tidak ada masalah dalam 1 mggu langsung umumkan siapa pemenangnya. jaman sudah canggih bisa dilakukan dengan menggunakan sms gateway dimana data akan rampung pada jam 18:00 bisa di croschek selama 2 jam. hal ini untuk menghindari terjadinya penukaran suara

  2. JIka Anda terpilih jadi Gubernur lalu kebijakan anda di ganjal di Parlemen, apakah anda akan menggunakan gaya2 yang dulu dengan membagi-bagikan Amplop untuk kelancaran kebijakan yang anda buat? Tolong beri penjelasan kalau YA dan TIDAK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: