Peringatan Maulid Nabi di Gorontalo Diwarnai Kericuhan

Suasana ricuh saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (5/2/2012), di Lapangan Taruna Kota Gorontalo. Warga berebut kue walimah karena tidak sabar menunggu pembacaan doa selesai.

GORONTALO, KOMPAS.com – Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (5/2/2012), di Kota Gorontalo, sempat diwarnai kericuhan.

Kericuhan bermula ketika warga tidak sabar menanti pembagian kue walimah yang diarak di Lapangan Taruna di Kota Gorontalo. Sejak pukul 08.00 Wita, puluhan mobil pikap dan truk mengarak kue walimah yang dihias dengan aneka bentuk.

Kue walimah adalah kue khusus yang dibuat warga Gorontalo setiap peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Usai diarak, kue walimah dikumpulkan di Lapangan Taruna.

Ratusan warga yang menyemut di Lapangan Taruna mulai tidak sabar menunggu pembagian kue. Panitia bersikeras jika kue akan dibagikan usai pembacaan doa. Beberapa petugas Satpol PP berjaga-jaga di sekitar mobil yang membawa hiasan kue walimah.

Entah siapa yang mengomando, tiba-tiba warga menyerbu mobil pengangkut kue walimah dan mengambil kue-kue tersebut. Selain kue, ada pula buah pisang, apel, durian, dan telur rebus di hiasan kue walimah tersebut. Tak ayal, petugas Satpol PP harus bersitegang dengan warga yang mulai berebut.

Petugas sempat mengamankan dua pria yang berusia sekitar 30-an tahun. Dua lelaki tersebut mengaku sempat terkena pentungan petugas Satpol PP. Belum juga selesai keributan itu, mendadak sebagian warga melempari petugas Satpol PP dengan kue walimah atau botol plastik air mineral.

Kepala Satpol PP Kota Gorontalo Andi Arfan menyayangkan sikap warga yang tidak sabar menunggu kue walimah selesai dibacakan doa. Menurut dia, kue tetap akan dibagikan kepada seluruh warga jika pembacaan doa selesai.

“Seharusnya warga bersabar sampai pembacaan doa selesai. Jika ada warga yang terkena pukulan anggota, saya menyampaikan permintaan maaf,” ujar Arfan.

Sebagian warga yang berebut kue mengaku tidak sabar menunggu selesainya pembacaan doa. Apalagi, matahari saat itu cukup terik di Lapangan Taruna.

Posted on Februari 5, 2012, in About Islamic Religion, Berita Daerah, MAULID NABI 1433 H, National News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: