Pasukan Bersenjata masih Jaga Perbatasan Sigi

SIGI–MICOM: Kondisi keamanan dua desa di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), belum pulih pascabentrok pada Sabtu (11/2) lalu. Ratusan aparat Brimob dan satuan perintis bersenjata lengkap hingga Selasa pagi ini (14/2) masih menjaga ketat wilayah perbatasan kedua desa.

Informasi yang diperoleh Mediaindonesia.com dari lapangan  menyebutkan penarikan aparat kepolisian dari lokasi bentrokan tersebut belum diketahui secara pasti. Pengamanan ketat terlihat di wilayah perbatasan tepatnya dijembatan yang menghubungkan kedua desa.

Sesuai jadwal, penempatan aparat Polda Sulteng berlangsung hanya tiga hari (11-13 Februari). Namun, karena kondisi di lapangan masih sangat mengkhawatirkan bentrok susulan yang lebih besar, waktu pengamanan di lokasi bentrok diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Rawannya kondisi itu disebabkan pelaku pembunuhan yang menewaskan Lasiama, 66, warga desa Oloboju, hingga kini belum tertangkap. Warga di kedua desa menjelang Selasa siang ini masih terlihat berjaga-jaga.

“Kami minta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan karena kapolres sendiri telah berjanji menangkap pelaku pembunuhan,” kata salah seorang warga Desa Oloboju.

Para warga Oloboju mengancam akan melakukan aksi balasan jika kasus pembunuhan tidak segera dituntaskan petugas.

Sementara, Kades Desa Watunonu, Hafid Halimei yang sebelumya telah berjanji menyerahkan warganya yang diduga terlibat kasus pembunuhan mangkir dan bersikeras mempertahankan warganya untuk diamankan petugas.

Sebelumnya, Kapolres Donggala AKBP Dicky Hariyanto telah berjanji di hadapan masyarakat Desa Oloboju untuk menuntaskan kasus pembunuhan tersebut.

“Saya pertaruhkan jabatan saya selaku kapolres jika kasus ini tidak tuntas dan menangkap para pelaku pembunuhan,” kata kapolres yang baru beberapa hari menjabat tersebut.

Ia meminta warga bersabar karena pihaknya serius menangani kasus bentrokan warga Desa Watunonju dan Oloboju.

Bentrok antarwarga dua desa yang masih bersaudara itu mengakibatkan satu orang warga tewas, melukai belasan orang, dan merusak tiga unit rumah. Bentrok berujung penyerangan warga Watunonju ke Desa Olooju itu berawal dari pesan singkat (SMS) yang diterima Kades Watunonju bahwa warganya yang mengambil air di desa Oloboju ditebas parang warga Oloboju. Belakangan, isu diketahui ridak benar terjadi.

Posted on Februari 14, 2012, in Local News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: