DPC Demokrat se-Sulteng Bantah Terima Uang

Yos S. Mardjuni

Metrotvnews.com, Palu: Sejumlah Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat di Sulawesi Tengah menegaskan tak pernah menerima uang dari Muhammad Nazaruddin pada Kongres Demokrat di Bandung beberapa waktu silam, untuk memuluskan terpilihnya Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum DPP Demokrat.

“Kami tidak pernah terima apa-apa dari Nazaruddin. Kalau tiket pesawat dan biaya hotel itu betul kami menerima, tetapi itu memang ongkos politik yang ditanggung oleh partai dalam kapasitas kami sebagai peserta,” kata Ketua DPC Demokrat Buol Artha Razak di arena Musyawarah Cabang Demokrat Palu di Palu, Rabu (15/2) sore.

Hadir dalam memberikan keterangan pers tersebut adalah Sekretaris DPD Demokart Sulawesi Tengah Talib Palluge, Ketua DPC Kota Palu Yos Soedarso Mardjuni, Ketua DPC Tolitoli Abdullah Rahman, Ketua DPC Morowali Syarifuddin, Ketua DPC Tojo Unauna Jafar M Amin dan Ketua DPC Banggai Evert Kuganda.

Ketua-ketua DPC tersebut ikut menghadiri langsung Kongres Demokrat di Bandung saat Anas Urbaingrum terpilih menjadi Ketua Umum DPP Demokrat. Artha mengatakan, tudingan tersangka mantan bendahara umum DPP Demokrat Nazaruddin bahwa sejumlah DPC menerima uang itu bohong.

“Jika diperlukan kami siap bersaksi di pengadilan,” katanya.

Dia mengatakan, jauh sebelum berlangsungnya pemilihan ketua umum di Bandung, Ketua Dewan Pembina sudah mewanti-wanti kepada seluruh kader Demokrat agar tidak melakukan politik uang.

“Ini yang kami pegang sehingga kami tidak berani melakukan politik uang ketika itu,” katanya.

Artha bahkan berani bersumpah atas nama Tuhan jika dirinya dan DPC lainnya di Sulawesi Tengah pernah menerima uang langsung dari Nazaruddin atau melalui timnya.

Ketua DPC Kota Palu Yos Soedarso mengamini pernyataan Artha. “Kalau rumor saat di kongres bahwa satu suara DPC dihargai sekian itu betul, tetapi itu hanya rumor dan ramai dibicarakan di arena kongres,” katanya.

Dia mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono dalam kapasitasnya sebagai ketua dewan pembinan Demokrat menegaskan bagi DPC khususnya angggota DPRD yang menerima uang akan di-recall dari jabatannya di DPRD.

“Tidak sebanding dengan uang 100 ribu USD dibanding dengan nama dan jabatan kami di DPRD. Pak SBY tegas, kalau ada angggota dewan terima uang pada kongres itu akan diberikan sanksi,” kata Yos Soedarso.

Menurut Yos, satu-satunya orang yang diuntungkan pada kongres Demokrat di Bandung adalah Nazaruddin karena ketika itu ia menjabat sebagai bendahara tim sukses.

“Jabatan bendahara inilah yang dimanfaatkan Nazaruddin meminta uang dimana-mana. Makanya Nazaruddin adalah musuh bersama kami,” katanya.

Mengenai hal ini kata Yos Soedarso, sudah diklarifikasi di hadapan Anas Urbaningrum bahwa DPC di Sulawesi Tengah tidak pernah menerima uang dari Nazaruddin maupun dari timnya.

Posted on Februari 17, 2012, in Local News, National News, Politik dan Pemerintahan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: