Gubernur Sulut Doakan Anaknya Jadi Wawali Tomohon

TRIBUNNEWS.COM, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang mengaku sudah mendengar putranya, Ivan Sarundajang disebut-sebut menjadi salah satu kandidat wakil wali kota Tomohon.

Seperti diketahui, Wali Kota Tomohon, Jefferson Rumajar dipenjara karena terlibat kasus korupsi. Sang wakil, Jimmy Eman ditunjuk sebagai pelaksana tugas wali kota dan segera ditetapkan sebagai wali kota definitif.

Nah, Jimmy Eman tentu memerlukan pendamping yang nanti akan diusulkan lalu dipilih dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Tomohon. Satu nama yang disebut adalah Ivan Sarundajang.

“Ya itu biasa. Siapa saja kan boleh untuk menduduki posisi tersebut,” kata Sarundajang di kantor gubernur, Jumat (24/2).

Sarundajang yang dikenal sebagai birokrat handal ini mengatakan, dirinya tidak ada hubungan dengan kabar anaknya yang mengincar posisi orang nomor dua di kota bunga ini. “Anak saya juga kan punya hak asasi, jadi silakan saja,” ujar Sarundajang singkat.

Peraih gubernur terbaik se-Indonesia ini mengaku tak akan mencampuri jika memang putranya ini akan ikut terjun di dunia politik. Meski begitu sebagai orangtua, dukungan penuh diberikan oleh Sarundajang melalui doanya. “Saya dukung dalam doa. Tapi kalau mau ikut main agar dia bisa menang itu tidak akan saya lakukan,” tandasnya.

Kabarnya, pencalonan Ivan mendapat restu dari Gubernur SH Sarundajang dan bakal didukung Partai Golkar. Ivan sendiri dalam wawancara dengan Tribun Manado beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Kota Tomohon memang perlu memiliki wakil wali kota, jika Jimmy Eman nanti ditetapkan sebagai wali kota.

“Siapapun yang terpilih nanti sebagai Wakil Wali Kota, harus sama-sama kita dukung. Tapi, tentu saya siap untuk mengabdi jika diberi kepercayaan” kata Ivan.

Aturan main pemilihan wakil wali kota di parlemen tertuang dalam Undang Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain itu juga didasarkan kepada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Disebutkan di dalam Pasal 26 Ayat 4 bahwa kepala daerah mengajukan dua orang calon wakil kepala daerah berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRD

Posted on Februari 27, 2012, in Berita Daerah, National News, Politik dan Pemerintahan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: