Rencana Bunuh Putin Terbongkar

AFP PHOTO/ RIA-NOVOSTI/ALEXEI NIKOLSKY Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin berbicara dengan sejumlah tentara Rusia di kantin markas militer di Moskwa, Rabu (22/2/2012).

MOSKWA, KOMPAS.com – Dinas rahasia Rusia menahan dua lelaki yang diduga terkait rencana pembunuhan terhadap Perdana Menteri Vladimir Putin. Televisi pemerintah Channel One melaporkan, Senin (27/2/2012), pembunuhan itu akan dilakukan usai pemilihan presiden 4 Maret mendatang.

Tayangan televisi menunjukkan dua lelaki yang disebut menjadi orang suruhan Doku Umarov, pemimpin pemberontak Chechnya. Dilaporkan, pembunuhan itu direncanakan di Odessa, sebuah kota pelabuhan di Ukraina, dan akan dilaksanakan di Moskwa.

Menurut Channel One, ketiga tersangka tiba di Ukrania dari Uni Emirat Arab via Turki dengan “instruksi jelas dari wakil Doku Umarov”. Salah seorang dari mereka tewas dalam ledakan awal Januari. Pengembangan penyelidikan peristiwa itu mengungkap upaya pembunuhan tesebut.

“Mereka bilang pada kami untuk datang ke Odessa dan belajar membuat bom,” kata tersangka bernama Ilya Pyanzin dalam tayangan Channel One.

“Kemudian di Moskwa, kamu akan melakukan serangan terhadap objek-objek komersial, berikutnya, kamu membunuh Putih,” kata Pyanzyin menirukan perintah yang diterimanya.

Channel One kemudian menayangkan potongan gambar yang tampaknya diambil di Ukraina. Gambar itu yang menunjukkan Putin sedang masuk mobil itu ditampilkan di laptop milik tersangka kedua, diidentifikasi sebagai Adam Osmayev.

“Itu dilakukan agar kami mengerti bagaimana pengamanan dia (Putin),” kata Osmayev. “Tujuan akhirnya adalah datang ke Moskwa untuk mencoba membunuh PM Putin. Tenggat waktunya adalah pascapemilihan presiden.”

Selama menjadi presiden untuk dua periode, tahun 2000-2008, Putin melancarkan perang terhadap para gerilyawan Muslim di Republik Chechnya. Hingga kini negara di Kaukasus Utara itu terus dilanda kekerasan dan Umarov yang “mengklaim tanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan di Moskwoa” masih menjadi buron.

Juru bicara Putin membenarkan berita Channel One tentang upaya pembunuhan itu, tetapi dia tidak memberi penjelasan lebih detail. “Saya membenarkan informasi itu tetapi tidak bisa memberi komentar saat ini,” kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, seperti dikutip ITAR-TASS.

Laporan itu menyebut satu dari dua tersangka mengatakan pada penyelidik Rusia dan Ukraina bahwa sejumlah peledak sudah disembunyikan di dekat Kutuzovsky Porspekt, jalan raya yang dilalui Putin setiap hari untuk menuju kantornya.

Channel One mengutip seorang pejabat Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia yang mengatakan bahan peledak itu ditemukan tak jauh dari jalan. Ledakannya bakal cukup untuk merusak kendaraan Putin. “Ledakannya akan sangat serius dan mampu meluluhlantakkan sebuah truk,” kata pejabat FSB itu.

Belum ada reaksi atas laporan tersebut dari kavkazcenter.com, laman Umarov dan yang biasa digunakan kelompok militan lain untuk saling bertukar pesan.

Dalam pemilihan presiden pekan depan, Putin diprediksi bakal menang dengan merebut 60 persen suara, sebab keempat lawannya dianggap tidak cukup kuat untuk menantangnya.

Posted on Februari 28, 2012, in Asia, Europe, International News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: