Dirut Bank Sulteng Ilham Soeroer Dicopot

PALU, MERCUSUAR – Tanpa alasan jelas, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Sulteng yang dipimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola mencopot Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sulteng Ilham Soeror. Pelaksanaan RUPS-LB kali ini yang membahas evaluasi kinerja direksi tanpa dihadiri jajaran direksi bank plat merah daerah ini.

“Tidak ada satupun direksi yang ikut karena memang kami tidak diundang dalam RUPS-LB, seharusnya yang hadir dalam RUPS adalah direksi untuk menyampaikan laporannya karena mau dievaluasi,” ujar Ilham Soeror ditemui di Kantor Bank Sulteng kompleks Mall Tatura, Selasa (28/2) sore.

Alasan pencopotan dirinya sebagai Dirut PT Bank Sulteng, Ilham mengakui belum mengetahui secara pasti karena tidak mengikuti RUPS tersebut. RUPSLB hanya dihadiri jajaran dewan komisaris dan pemegang saham lainnya.
“Saya tidak tahu persis hasil RUPS karena belum disampaikan secara resmi, tetapi posisi saya digantikan oleh Direktur Kepatuhan, Hans Kindangen yang menjabat Pjs Dirut dan jajaran direksi lainnya tidak berubah,” terang mantan Deputi KBI Palu itu.

Pengangkatan Dirut, lanjutnya, merujuk SK Gubernur yang mempercayakan menakhodai bank kebanggan rakyat Sulteng itu untuk masa bakti 2011- 2015. Akan tetapi, ditengah perjalanan masa bakti tersebut, dirinya kemudian dicopot, hal itu diterimanya dengan jiwa besar karena posisinya sebagai Dirut diambil oleh pemiliknya.

Terpisah, Gubernur Sulteng Longki Djanggola saat dimintai keterangannya sekaitan dengan pencopotan Ilham Soeror dari Dirut PT Bank Sulteng menjelaskan bahwa dalam RUPSLB, khususnya dalam mengevaluasi direksi Bank Sulteng, tidak perlu dihadiri oleh jajaran direksi. Hal itu sesuai petunjuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Bank Sulteng.

Terlebih lagi katanya karena ada temuan BPK dan BI, tentunya itu pertimbangan lainnya jajaran direksi tidak dihadirkan dalam RUPSLB itu. Kecuali rapat umum pemegang saham (RUPS) biasa atau tahunan, itu perlu dihadiri oleh jajaran direksi. Bahkan Direktur Utama (Dirut) wajib menyampaikan pertanggungjawabannya. “Sekali lagi ini hanya RUPS LB yang setiap saat bisa dilakukan sepanjang memenuhi syarat. Artinya, harus dihadiri oleh 50 persen tambah satu pemegang saham.

Posted on Februari 29, 2012, in Local News. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: