“Tembok Besar” Bolong, Warga China Pesta Internet

Google Image
Ilustrasi China Great Firewall

KOMPAS.com – Tembok Besar China berlubang selama dua hari. Kesempatan langka ini dimanfaatkan penduduk China untuk “jalan-jalan” ke luar.

Apakah tembok tebal Great Wall di China benar-benar bolong? Tentu tidak. Tembok Besar yang dimaksud di sini adalah sistem penyensoran Internet milik pemerintah China, yang diberi nama “Great Firewall of China”.

Namun, pagar Internet milik China ini benar-benar terbuka selama dua hari, pada 27-28 Feabruari 2012. Terbukanya sensor ini disambut gembira oleh warga China.

Mereka dengan bebas dapat membuka website-website yang selama ini tak dapat mereka akses, seperti YouTube, Facebook, dan Twitter.

“Saya bisa mengakses Youtube! Tidak perlu melanggar Firewall!” ungkap pengguna situs mikroblogging China, Weibo. Weibo adalah situs mikrobloging China, mirip Twitter. China memang melarang warganya menggunakan Twitter sehingga digantikan oleh produk lokal, yakni Weibo.

Pengguna Internet China dari sejumlah kampus juga melaporkan bahwa mereka bisa mengakses Youtube, Facebook, dan Twitter dari ponsel dan desktop.

“Saya menggunakan Facebook untuk pertama kalinya,” ujar Hang Wenjin (23), mahasiswa Universitas Jiao Tong, yang merupakan universitas ternama di Shanghai. “Saya yakin banyak yang mengakses Facebook hari Senin lalu,” tambahnya.

Hingga kini belum ditemukan penyebab Great Firewall di China bisa terbuka. Namun, pada Rabu (29/2/2012), akses tersebut kembali diblokir.

Tentang Great Firewall
China, dengan lebih dari 500 juta pengguna Internet, merupakan pengguna Internet terbesar di dunia. Sayangnya, China menetapkan untuk memblokir beberapa Social Networking Sites (SNS) karena ketakutan terhadap stabilitas negara, akibat isu-isu sensitif negara yang diekspos di jejaring sosial.

Perusaaan-perusahaan teknologi China kemudian menawarkan teknologi serupa untuk bisa digunakan warga China dan bisa diawasi oleh pemerintah.

Namun, pemblokiran dengan China Great Firewall tersebut bisa ditembus dengan membayar untuk Virtual Private Network (VPN). Bagi warga yang membayar layanan VPN, bisa mengakses SNS tanpa batas.

Maka, ketika China Great Firewall bisa ditembus tanpa  VPN, warga menyambut gembira akan hal ini. Warga juga tidak melewatkan kesempatan untuk mengakses Google+ dan memenuhi halaman Presiden AS Barack Obama untuk meminta kebebasan berinternet bagi sejumlah negara berpenduduk besar.

Google+ sendiri, sudah diblokir di beberapa jenis desktop di China, namun masih bisa diakses menggunakan aplikasi mobile.

Posted on Maret 1, 2012, in Info-Info, Teknologi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: