Setuju, Dangdut Didaftarkan ke UNESCO?

KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES Ilustrasi: Pentas dangdut.

SURABAYA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyetujui usulan musik dangdut didaftarkan untuk mendapat pengakuan UNESCO sebagai milik dan karya Indonesia.

Tidak hanya berdampak bagi pelaku, bangsa Indonesia juga merasakan dampak positifnya, antara lain dari unsur perekonomian ataupun perdagangan.
— Agung Laksono

“Kami sangat setuju. Segala bentuk persyaratan yang sudah ditentukan harus dipenuhi. Pemerintah siap mendampingi,” ujar Agung Laksono di sela pembukaan Musyawarah Nasional Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMI) di Surabaya, Sabtu (3/3/2012).

Menurut dia, UNESCO merupakan lembaga internasional yang memiliki aturan jelas sehingga usulan tersebut harus disiapkan dengan baik. Pihaknya optimistis karena musik dangdut dinilai satu-satunya kesenian asal Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain. Para insan musik dangdut, lanjut dia, disarankan agar segera melakukan konsultasi dengan pihak terkait, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda, dan Kementerian Kesejahteraan Rakyat.

“Sebagai penguatan eksistensi, musik ini harus diakui dunia. Tidak hanya berdampak bagi pelaku, tetapi bangsa Indonesia juga merasakan dampak positifnya, antara lain dari unsur perekonomian ataupun perdagangan,” tutur mantan Ketua DPR tersebut.

Kendati demikian, pihaknya menilai saat ini semua rakyat di negeri ini ataupun di luar negeri sudah mengakui bahwa musik dangdut adalah milik Indonesia. Sementara itu, menanggapi peredaran musik dangdut di Indonesia sekarang, Agung Laksono mengungkapkan keprihatinannya dengan maraknya pembajakan di industri musik Indonesia.

“Yang menjadi sasaran dan marak adalah musik dangdut. Banyak sekali keping kaset ataupun CD bajakan musik dangdut. Hal ini yang harus dicegah dan tidak boleh terjadi,” kata politisi Golkar tersebut.

Pihaknya mengimbau kepada PAMMI ke depan agar lebih berkembang dan bersikap tegas terhadap pembajakan. Adapun untuk internal, Agung berpesan agar lebih kompak dan mampu menjadi panutan bagi pelaku dan penikmat musik dangdut.

“Siapa pun pemimpinnya, PAMMI harus menjadi organisasi terbaik di industri musik. Semua pelaku dangdut harus berkoordinasi dan bekerja sama melakukan perlindungan memberantas pembajakan karena merupakan bentuk kriminalitas dan mengancam matinya kreativitas anak bangsa,” ucapnya.

Posted on Maret 3, 2012, in National News. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: